Expedia Tidak Mengenakan Biaya Pembatalan
Pesan, ubah, atau batalkan pemesanan di hampir semua hotel tanpa harus membayar biaya pembatalan ke Expedia
4,4 dari 5 (150 ulasan)
4,7 dari 5 (32 ulasan)
4,9 dari 5 (38 ulasan)
4,0 dari 5 (172 ulasan)
4,6 dari 5 (102 ulasan)
4,9 dari 5 (15 ulasan)
4,6 dari 5 (228 ulasan)
4,6 dari 5 (49 ulasan)
4,4 dari 5 (61 ulasan)
4,4 dari 5 (159 ulasan)
Pesan, ubah, atau batalkan pemesanan di hampir semua hotel tanpa harus membayar biaya pembatalan ke Expedia
Kisah dari dua benua
Istanbul adalah satu-satunya kota metropolis di dunia yang terletak di dua benua. Dengan salah satu bagian ada di daratan Eropa dan bagian lainnya di daratan Asia, tidaklah mengherankan bila kota ini begitu kosmopolitan dan kaya akan budaya. Sebagai bekas ibu kota Romawi, Bizantin, Yunani, dan Kekaisaran Ottoman, Istanbul memiliki sejarah panjang melewati beberapa abad. Lewat proses reinkarnasi yang berbeda, Istanbul dulu dinamakan Bizantium dan Konstantinopel. Apa pun Anda menyebutnya, Istanbul adalah kota yang menakjubkan.
Meskipun beberapa objek wisata yang paling sering dikunjungi terletak di sisi Eropa kota Istanbul, termasuk Blue Mosque, Aya Sofya, dan Topkapi Palace, namun sisi Asia (atau Anatolia) dengan perumahan penduduknya juga memiliki daya tarik tersendiri. Pastikan untuk menelusuri keindahan di kedua sisinya agar perjalanan Anda ke Istanbul menjadi lengkap.
Dari Blue Mosque hingga Grand Bazaar
Salah satu julukan Istanbul adalah 'kota tujuh bukit.' Seperti Roma, Istanbul kuno dibangun di tujuh bukit, masing-masing dengan monumen keagamaan, dalam masa pemerintahan Bizantium dan Ottoman.
Sekarang Anda masih dapat menemukan beberapa objek wisata memukau di bukit-bukit tersebut. Topkapi Palace adalah istana bekas kediaman sultan-sultan Ottoman. Dibangun di tepi laut dan menghadap ke Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn), Topkapi Palace kini terbuka untuk umum sebagai museum, dengan empat taman istana dan serta sejumlah objek warisan yang tidak ternilai. Susuri taman yang hijau dan perpustakaan yang terbuka, harem kerajaan, dan paviliun emas yang mengagumkan.
Lanjutkan ke bukit lainnya di mana Grand Bazaar sudah menanti Anda. Salah satu pasar tertutup yang terbesar di dunia, terdiri lebih dari 6.000 kios, Grand Bazaar adalah surga untuk para pembeli. Perhiasan, rempah-rempah, karpet, dan gerabah berbaur menjadi satu, menghadirkan pilihan barang-barang menarik yang tak terbatas. Uji kemampuan menawar Anda atau cukup nikmati berkeliling di sekitar bangunan tersebut yang hampir terlihat seperti istana.
Letaknya yang saling berdekatan menjadikan dua bangunan berikut sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi di Istanbul. Lukisan mosaik yang indah dan kubah besar di Aya Sofya yang berumur 1.400 tahun akan membuat pengunjung berdecak kagum. Tidak kalah megahnya adalah Masjid Biru (Blue Mosque) yang hingga saat ini masih digunakan dan keenam menara rampingnya merupakan salah satu komponen paling terkenal yang menghiasi langit Istanbul.
Istanbul yang Bersinar
Istanbul adalah salah satu kota tertua di dunia dan dengan sejarahnya yang panjang dan kaya, melakukan tur hanya ke peninggalan sejarah kota tersebut bukan merupakan hal yang sulit. Namun, Istanbul saat ini adalah salah satu kota kosmopolitan paling dinamis dan berkelas di dunia, sehingga kunjungan belum terasa lengkap tanpa merasakan hal-hal yang ditawarkan oleh kota modern ini. Di malam harinya, Anda dapat mencicipi masakan dari segala penjuru dunia (pastikan untuk mencoba mezze dan kebab yang menggiurkan), cocktail di bar yang elegan di Bosphorus, dan menikmati suasana club hingga pagi. Istanbul menawarkan pemandangan yang indah di malam hari.
Luangkan juga sedikit waktu untuk relaks, seperti mencoba mandi tradisional ala Turki atau menyusuri Selat Bosphorus. Satu kali kunjungan ke Istanbul tidak akan pernah dianggap cukup dan mengapa begitu? Ada dua benua yang harus dikunjungi! Jadi, jangan terburu-buru dan nikmati teh mint beraroma sambil merencanakan kunjungan Anda berikutnya.