Expedia Tidak Mengenakan Biaya Pembatalan
Pesan, ubah, atau batalkan pemesanan di hampir semua hotel tanpa harus membayar biaya pembatalan ke Expedia
4,2 dari 5 (161 ulasan)
4,3 dari 5 (2.981 ulasan)
4,5 dari 5 (1.416 ulasan)
4,6 dari 5 (1.909 ulasan)
4,6 dari 5 (1.216 ulasan)
3,7 dari 5 (1.439 ulasan)
4,1 dari 5 (1.158 ulasan)
4,1 dari 5 (1.853 ulasan)
4,5 dari 5 (480 ulasan)
4,4 dari 5 (254 ulasan)
Pesan, ubah, atau batalkan pemesanan di hampir semua hotel tanpa harus membayar biaya pembatalan ke Expedia
'The city'
New York mengeluarkan energi yang hanya dapat ditandingi oleh segelintir kota. Sulit untuk menentukan apakah kegairahan ini berasal dari langkah yang cepat, gedung yang tinggi, atau ambisi tinggi dari delapan juta (dan masih terus bertambah) penduduknya yang mendiami kota metropolitan yang padat ini. Apa pun itu, namun yang pasti dinamika kota ini tidak dapat diingkari.
Penduduk New York menyebut kota tempat tinggal mereka dengan 'the city', dan implikasi bahwa New York adalah satu-satunya kota yang dapat mengalahkan orang dari mana pun merupakan bentuk arogansi. Namun, luangkan waktu beberapa hari di jam-jam sibuk, dan Anda akan memahami opini tersebut. Lebih besar daripada kehidupan, buka 24 jam - ini adalah kota yang benar-benar tidak pernah tidur.
Stimulasi indra
Perasaan yang sedikit tidak terbendung saat pertama kali menginjakkan kaki di New York merupakan hal yang normal. Kota ini dapat membanjiri perasaan yang dialami: aroma sizzling gyro dari kereta penjual di jalan Midtown, bunyi saxophne yang dimainkan musisi subway selama jam sibuk, dan lampu neon di Times Square yang berkedip sepanjang hari.
Stimulasi dari segala sisi ini adalah hal yang membuat New York begitu dinamis. Anda akan segera menyadari bahwa ini semata-mata adalah persepsi probabilitas yang membuat orang energik. Anda dapat melakukan segala hal di sini, apakah mengejar pertunjukan berdurasi panjang seperti Phantom of the Opera di Broadway atau terburu-buru pergi ke pesta yang diadakan di ruang seni alternatif terbaru. Belanja habis-habisan di SoHo seperti yang dilakukan di film 'Sex and the City' atau bersosialisasi dengan intelektual di bar anggur West Village.
Anda bahkan masih dapat menikmati alam, dan tidak hanya di Central Park. East Village memiliki banyak kebun komunitas dan Prospect Park Brooklyn adalah tempat yang sungguh menyenangkan. Pergilah ke arah utara menuju Bronx Botanical Garden atau Washington Heights' Fort Tryon Park, yang menjulang di atas Hudson River dengan pemandangan Palisades - Anda tidak akan percaya masih berada di dalam kota.
Semuanya ada di sini
Untuk mengenal kota sebesar ini, alangkah baiknya bila diawali dengan gambaran umum. Tur bus atap terbuka (hop-on, hop-off bus) akan membantu Anda mengenal denah kota. Atau, untuk mendapatkan perspektif yang berbeda, cobalah naik helikopter untuk terbang di atas lima borough atau berlayar melewati monumen Manhattan sambil menikmati makan malam yang elegan. Cara ini memang agak sedikit berlebihan dan nekat, tapi ini kan New York.
Meskipun New York terdiri dari beberapa kawasan-ini sungguh bukan hal yang menakutkan. Dari Little Italy hingga Chinatown, Lower East Side hingga Chelsea, New York menampung beberapa komunitas, yang masing-masing memiliki cita rasa sendiri yang berbeda-beda. Meskipun demikian, tidak ada batasan semu-pembauran yang terjadi setiap hari di antara penduduknya yang beragam adalah elemen yang membuat kisah kota ini begitu menarik. Mungkin inilah mengapa penduduk New Yorker berpikir bahwa mereka hidup di pusat dunia-seolah-olah seluruh dunia hadir di sini.