Mulailah perjalanan Anda dengan pendakian ringan menuju puncak Bukit Merese, sebuah bukit yang menawarkan pemandangan 360 derajat ke Samudra Hindia dan Teluk Tanjung Aan. Abadikan foto dan video perbukitan hijau subur serta laut biru, dan saksikan matahari terbenam—salah satu kegiatan favorit para wisatawan yang berkunjung ke Lombok Selatan.
Selanjutnya, kunjungi Pantai Tanjung Aan, tempat Anda bisa berenang di perairan yang tenang dan jernih atau bersantai di atas pasir putih. Cobalah “pasir lada” yang unik ini, yang bentuknya mirip butiran lada. Jika Anda ingin mencoba hal baru, ikuti saja kelas selancar yang ramah bagi pemula, karena ombak di sini cukup tenang untuk para pemula. Nikmati kelapa segar dan camilan tepi pantai sambil menikmati pemandangan teluk.
Lanjutkan perjalanan ke Desa Sade, sebuah desa tradisional Sasak, di mana Anda dapat melihat rumah-rumah tradisional yang masih dihuni oleh penduduk setempat. Saksikan para perempuan Sasak menenun kain songket dan ikat dengan menggunakan metode tradisional. Pelajari budaya dan adat istiadat Sasak bersama pemandu lokal, termasuk kehidupan sehari-hari, upacara pernikahan tradisional, dan tradisi-tradisi setempat.
Ambil foto dengan latar belakang rumah-rumah tradisional dan lumbung padi, saksikan pertunjukan kerajinan tradisional dan tenun yang dibuat oleh penduduk desa, serta belanja oleh-oleh khas Lombok, seperti kain tenun, songket, syal, dan kerajinan tangan. Nikmati keindahan arsitektur unik rumah-rumah Sasak, termasuk lantai yang dirawat dengan metode tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Terakhir, kunjungi Desa Sukarara, pusat tenun tradisional Sasak di Lombok, yang terkenal dengan kain songket buatan tangannya. Saksikan para penenun lokal menggunakan alat tenun tradisional dan pelajari filosofi serta motif-motif kain songket Sasak, yang masing-masing memiliki makna budaya tersendiri. Cobalah menenun sendiri dengan bimbingan penduduk setempat, kenakan pakaian tradisional Sasak, dan ambil foto di desa tersebut. Berinteraksilah dengan para pengrajin setempat untuk mempelajari kehidupan dan tradisi masyarakat Sasak, berbelanja kain tenun buatan tangan, songket, syal, serta suvenir khas Lombok, dan abadikan momen-momen serta arsitektur desa tradisional yang mencerminkan budaya Lombok.