Mulailah perjalanan spiritual Anda dengan sambutan hangat dari sopir sekaligus pemandu Anda, yang akan menjemput Anda langsung dari hotel atau titik pertemuan di kota Yogyakarta. Setelah pengantar singkat dan penjelasan singkat, mulailah perjalanan ziarah Anda menuju perbukitan yang tenang di Kulon Progo.
Kunjungi terlebih dahulu Tempat Ziarah Maria Sendang Sono, yang sering disebut sebagai “Lourdes-nya Jawa.” Terletak di tengah-tengah perbukitan Menoreh yang tenang, situs suci ini dikenal sebagai salah satu pusat ziarah tertua dan terindah di Indonesia. Di sinilah Mgr. van Lith membaptis umat Katolik Jawa pertama pada awal tahun 1900-an — sebuah momen yang menandai penyebaran agama Katolik di Jawa Tengah.
Luangkan waktu untuk menyalakan lilin, berdoa, dan merenung di tempat peristirahatan alam yang tenang ini, yang dikelilingi pepohonan rimbun dan suara gemericik air yang menenangkan.
Setelah Anda selesai bermeditasi, kunjungi Geblek Pari, sebuah restoran pedesaan yang dikelilingi sawah-sawah hijau. Di sini, Anda dapat menikmati makan siang yang tenang (biaya ditanggung sendiri) dengan hidangan khas setempat seperti geblek, tempe benguk, sayur lodeh, dan sambal — cita rasa asli pedesaan Yogyakarta. Pemandangan pedesaan yang tenang menciptakan suasana yang sempurna untuk beristirahat dan merenung dengan tenang.
Lanjutkan perjalanan Anda ke Gereja Ganjuran yang ikonik, salah satu gereja Katolik paling unik di Indonesia. Dibangun pada tahun 1924 oleh keluarga Schmutzer, tempat ini memadukan budaya Jawa dengan iman Katolik secara indah. Di sana Anda akan menemukan Kuil Hati Kudus Yesus, tempat Yesus digambarkan mengenakan pakaian tradisional Jawa — yang melambangkan keselarasan yang mendalam antara iman dan kearifan lokal. Nikmati beberapa saat yang tenang dalam doa di tempat suci dan menginspirasi ini, dikelilingi oleh taman yang damai yang dipenuhi patung-patung dan simbol-simbol pengabdian.
Jadikan Gereja St. Joseph, yang umumnya dikenal sebagai Gereja Kidul Loji, sebagai perhentian terakhir Anda. Gereja ini merupakan salah satu gereja Katolik tertua di Yogyakarta, yang didirikan pada tahun 1870. Arsitektur kolonialnya yang mengagumkan serta interiornya yang elegan mencerminkan sejarah panjang agama Katolik di kota ini. Luangkan waktu sejenak untuk menikmati suasana sakralnya dan pelajari warisan para misionaris awal yang telah meletakkan dasar-dasar iman di wilayah ini.
Setelah seharian penuh dengan refleksi spiritual dan pengalaman budaya Penjelajahan, Anda akan kembali ke hotel Anda di Yogyakarta. Selama perjalanan ini, bagikanlah pengalaman, renungan pribadi, dan berkat-berkat yang Anda peroleh sepanjang perjalanan iman yang penuh makna ini.