Sebuah perjalanan melintasi dua kota terindah di bagian utara negara ini, penuh kejutan, sejarah, dan “ curiosities.Do ”—kalian tahu kan yang kami maksud? Kami akan memberi tahu Anda semua detailnya…
Aveiro
Kami berangkat pagi-pagi sekali agar bisa memanfaatkan hari ini sebaik-baiknya. Berjalan-jalanlah menyusuri kawasan-kawasan terindah di kota ini untuk membangkitkan selera makan, lalu lanjutkan perjalanan ke Jembatan Carcavelos, sebuah simbol gaya Art Nouveau, yang akan kami jelaskan secara mendetail kepada Anda; jembatan ini juga merupakan titik awal yang tepat untuk menuju Kapel São Gonçalinho, yang menyimpan relik-relik dari abad ke-18. Kami punya beberapa cerita yang ingin kami ceritakan kepada kalian! Namun, jika ingin menikmati kisah-kisah menarik, Anda sebaiknya mengunjungi Museum Arte Nova, yang memungkinkan Anda mempelajari konteks sosial dan budaya di balik asal-usul gerakan tersebut sambil bersantai di kedai teh Kapten Mayor Pessoa dan mendengarkan alunan musik jazz secara langsung. Pengalaman yang luar biasa! Selanjutnya, jika Anda memilih opsi ini, kita akan menikmati perjalanan selama 45 menit dengan menaiki salah satu perahu tradisional “Moliceiros”, yang desainnya mirip dengan gondola Venesia.
Sebelum mengakhiri perjalanan ini, kita akan mampir sebentar di Monumen José Estêvão Coelho de Magalhães, salah satu tokoh politik paling terkemuka dalam sejarah Portugal. Tapi bagaimana dengan semua rekomendasi dan tempat-tempat indah yang sudah kami ceritakan kepada kalian? Anda punya waktu luang untuk menjelajahi kota sesuka hati! Saran: Jangan pulang sebelum mencicipi kuliner khas setempat!
Costa Nova
Selanjutnya, kita akan meninggalkan Aveiro dan menuju Costa Nova, salah satu pantai paling menakjubkan di Portugal, yang terkenal dengan deretan rumah bergaris-garis ikonik yang menghiasi teluk tersebut. Anda akan dapat mengambil foto dan menikmati tur berpemandu Tur di pantai yang paling digemari oleh para penggemar olahraga air seperti selancar, selancar angin, atau berlayar.
Kapel Tuhan Batu
Kapel abad ke-17 yang indah ini terletak di atas bebatuan di pantai yang memiliki nama yang sama di Vila Nova de Gaia.
Lokasi istimewanya di atas batuan granit membuatnya berdiri tegak di hadapan Samudra Atlantik, meskipun tingginya tidak mencapai 10 meter. Dibangun berdasarkan denah heksagonal pada tahun 1686 di lokasi yang dulunya merupakan tempat pemujaan pagan, gereja ini menonjol berkat altar utamanya yang dihiasi ukiran bergaya Barok serta dua panel altar samping yang mengapit patung Kristus yang disalib.
Tangga akses tersebut berjarak 150 meter dari kawasan pejalan kaki, sehingga perlu menyeberangi hamparan pasir dan kerikil untuk mencapainya. Artinya, saat air pasang, tidak mungkin berjalan kaki ke sana karena tempat itu dikelilingi oleh laut.
Ini pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, pesan sekarang juga!