Anda akan memulai perjalanan Anda dengan melewati gerbang masuk yang dibuat dari bahan-bahan tradisional Desa Jungutan, yaitu lengkungan batu, dinding tanah, pagar daun salak, dan atap jerami. Minuman selamat datang berbahan dasar asam jawa dan kunyit telah menanti Anda, dan Anda akan mengenakan kain senteng tradisional Bali selama kunjungan Anda.
Berakar pada konsep Hindu tentang Samsara—siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali menuju kesempurnaan spiritual—museum hidup ini membentang seluas dua hektar di tengah hamparan hijau yang rimbun di Karangasem. Di lebih dari lima titik pengalaman imersif, Anda akan menyaksikan berbagai kegiatan desa yang otentik: menenun, membuat persembahan upacara, menyuling arak, melukis secara tradisional, menulis di daun lontar, dan membuat kerajinan perak.
Anda juga akan mengunjungi dapur tradisional tempat resep-resep turun-temurun tetap dilestarikan, termasuk megibung, sebuah pesta bersama di mana makanan dinikmati bersama dari satu piring besar, yang mencerminkan semangat kebersamaan khas Bali.
Jelajahi area yang dipenuhi tanaman tropis langka, berinteraksi dengan pengunjung lain di lapangan depan yang luas, dan bawa pulang suvenir buatan tangan yang unik sebagai kenangan abadi.