Perjalanan kita dimulai dengan singgah di Bylis, salah satu kota Illyrian kuno terpenting di Albania, yang didirikan pada abad ke-4 SM. Berada di lokasi strategis di puncak bukit, Bylis kemudian menjadi pusat kota yang penting selama periode Romawi, dengan sisa-sisa tembok kota, teater, dan bangunan publik yang masih terlihat hingga saat ini.
Di luar sejarahnya, Bylis menawarkan salah satu pemandangan panorama paling menakjubkan di Albania selatan, yang menghadap ke lembah Sungai Vjosa dan bukit-bukit di sekitarnya. Sudut pandang yang indah ini memberikan pengenalan yang sangat baik untuk wilayah ini dan merupakan perhentian pertama yang sempurna sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gjirokastër yang terdaftar di UNESCO.
Bazar Gjirokastra
Begitu tiba di kota ini, Anda akan segera menyadari bahwa kota metropolitan ini tidak seperti kota lainnya. Di jantung kota terdapat alun-alun utama, yang dengan bangga dinamai sesuai dengan nama Patriot Albania yang terkenal pada abad ke-19, Cerciz Topulli. Di sini, jalanan berbatu berujung pada pemandangan yang indah, perjalanan mereka dari ketinggian kastil akhirnya berakhir.
Hari ini, kota ini dengan bangga menampilkan sejarahnya kepada semua orang yang berkunjung, dengan beragam cendera mata dan kisah-kisah yang dibagikan oleh para penduduknya yang ramah.
Kastil Gjirokastra
Dengan anggun, kami melangkah melewati Bazaar yang ramai untuk mencapai Benteng Gjirokastra yang megah. Di atas pertahanan alami puncak bukit, tempat ini merupakan pemukiman pertama kota, sehingga sering disebut sebagai Mahkota Kota.
Pada hari Senin, kastil ini tutup, jadi sebagai gantinya kami mengunjungi Skenduli House, sebuah rumah peninggalan tahun 1800-an untuk melihat bagaimana orang-orang hidup pada saat itu dan mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan dan tradisi pada masa itu.