Mulailah petualangan Tur Anda di Place Blanche, yang dulunya merupakan pusat kehidupan malam yang ramai, dan jelajahi Jelajahi sejarahnya yang kental dengan kabaret, prostitusi, budaya absinth, serta jaringan kriminal. Simak bagaimana polisi memantau Montmartre dan Pigalle dengan ketat akibat tindak kekerasan, pencurian, dan kejahatan terorganisir yang terkait dengan aktivitas malam hari di kawasan tersebut.
Lanjutkan ke Pemakaman Montmartre, yang dibuka pada tahun 1825 di lokasi bekas tambang gipsum. Telusuri bagaimana tradisi pemakaman berkembang di Paris pada abad ke-19, dengan makam-makam yang megah, ritual berkabung yang romantis, serta ketertarikan yang semakin besar terhadap spiritualisme.
Berjalanlah menyusuri Rue Lepic, tempat Vincent van Gogh tinggal bersama saudaranya, Theo. Dapatkan wawasan tentang kehidupannya di Montmartre, yang dibentuk oleh ambisi artistik, kesulitan keuangan, dan pengaruh budaya absinthe, yang mencerminkan realitas lingkungan tersebut pada masa itu.
Kemudian, kunjungi Lost Maquis di Montmartre, yang dulunya merupakan permukiman liar yang diwarnai oleh kemiskinan dan marginalisasi. Pahami bagaimana kondisi sosial memicu terjadinya kejahatan serta bagaimana narasi media dan kepolisian turut membentuk citra “berbahaya” di kawasan tersebut.
Selama perjalanan, nikmati sesi mencicipi hidangan khas setempat, termasuk hidangan gurih, kudapan manis, dan segelas anggur, yang menghadirkan cita rasa sejati budaya Montmartre.
Perjalanan berakhir di Place du Tertre, sebuah situs bersejarah yang terkait dengan eksekusi-eksekusi selama Revolusi Prancis dan kekerasan yang terjadi kemudian selama Komune Paris tahun 1871.