Ikuti jejak “Ratu Novel Misteri”, Agatha Christie.
Tur diawali dengan kisah masa kecil Agatha di Torquay, tempat ia menghabiskan 30 tahun pertama hidupnya, tumbuh besar di sebuah vila bergaya Georgian yang luas, dengan pemandangan laut. Anda akan mendengar tentang penduduk setempat yang ditemuinya serta tempat-tempat yang dikunjunginya, yang menjadi inspirasi bagi alur cerita dan karakter-karakternya.
Rute ini membentang di sepanjang pesisir Riviera Inggris yang indah, melewati Pavilion yang terkenal di Torquay. Di sinilah Agatha dan Archibald Christie, suami pertamanya, menonton sebuah konser, dan setelah itu Archibald melamarnya. Kami berhenti di Princess Pier, tempat Agatha dan teman-temannya biasa berseluncur bersama para bangsawan Victoria yang berjalan-jalan dengan pakaian terbaik mereka. Di sinilah Anda akan berkesempatan berdiri tepat di tempat yang sama dengan tempat Agatha berdiri pada tahun 1910!
Sambil berjalan-jalan di taman Torre Abbey, bangunan tertua di Torquay, simak kisah tentang bagaimana sebuah pesta malam yang diselenggarakan untuk para pengungsi Belgia pada tahun 1916 berujung pada pertemuan Agatha dengan pria yang menjadi inspirasi bagi karakter Hercule Poirot. Para tamu juga akan Jelajahi mengetahui bagaimana karakter Miss Marple diciptakan dan mengapa Agatha lebih suka menulis tentang Miss Marple daripada Poirot.
Agatha sebenarnya tidak pernah berniat menjadi penulis, tetapi Anda akan mengetahui bagaimana sebuah taruhan dari kakaknya mendorong Agatha untuk menulis novel Poirot pertamanya yang diterbitkan.
Ketika Perang Dunia Pertama pecah, Agatha mendaftar sebagai sukarelawan untuk menjadi perawat. Dia bekerja di Balai Kota Torquay. Namun, ketika dia pindah ke apotek, kamu akan Jelajahi melihat bagaimana hal ini menginspirasinya dalam menggunakan racun!
Tur mengisahkan kasus hilangnya Agatha selama 11 hari yang terkenal itu, yang memicu perburuan terbesar dalam sejarah Inggris pada masa itu, serta bagaimana insiden ini memaksanya untuk meninggalkan negara ini dan pergi ke Timur Tengah—peristiwa yang kemudian menginspirasi novel-novel seperti Murder on the Orient Express dan Death on the Nile. Babak dalam hidupnya ini juga membuat Agatha bertemu dengan suami keduanya, Max Mallowan.
Rute Tur berakhir di dekat Grand Hotel, tempat Agatha dan Archie menghabiskan bulan madu mereka. Di sini, kita akan membahas bagaimana karya tulisannya berhasil menjaga semangat bangsa selama Perang Dunia II, dan atas hal itulah ia kemudian dianugerahi gelar Dame.
Karya sastra Agatha sungguh luar biasa dan telah menyentuh kehidupan miliaran orang. Bahkan hingga saat ini, ia masih menjual 5 juta novel per tahun, dan popularitasnya terus meningkat. Para tamu dari seluruh dunia datang ke Torquay tidak hanya untuk menghargai kontribusinya dalam dunia sastra kriminal, tetapi juga untuk mengagumi tekadnya dalam mengatasi berbagai rintangan yang dihadapinya untuk menjadi seorang penulis. Tak diragukan lagi, seorang wanita luar biasa yang menjalani kehidupan yang luar biasa.