Selamat datang di Museum Lightner, sebuah landmark ikonik di jantung kota bersejarah St. Augustine. Museum yang luar biasa ini, yang bertempat di bekas Hotel Alcazar—sebuah resor era Gilded Age yang dibangun atas perintah eksekutif Standard Oil, Henry Flagler—menawarkan pengalaman yang mendalam dalam bidang seni, arsitektur, sejarah, dan desain.
Inti dari museum ini adalah koleksi-koleksinya yang memukau. Menampilkan berbagai koleksi mulai dari perabotan era Gilded Age dan mesin tik antik hingga gelas ukir dari era American Brilliant Era serta alat musik mekanis era Victoria, koleksi Museum Lightner sangat beragam, kaya, dan selalu menarik.
Otto Lightner, pendiri museum tersebut, menggambarkannya sebagai “kumpulan dari berbagai koleksi.” Sebagai tokoh terkemuka dalam booming hobi di Amerika pada awal abad ke-20, Lightner merupakan pendukung setia manfaat dari kegiatan mengoleksi. Dalam sebuah esai yang diterbitkan dalam edisi perdana majalah Hobbies miliknya, Lightner menulis, “Apakah Anda punya hobi?” Tentu saja, jika Anda belum memilikinya, sebaiknya Anda memilikinya. Sebagai seorang kolektor, Anda akan menikmati jam-jam yang penuh kesenangan… Waktu luang Anda dapat diubah menjadi waktu yang bermanfaat, baik dalam hal pengetahuan maupun imbalan finansial.”
Meskipun Lightner menyukai berbagai macam hobi, mulai dari mengoleksi prangko hingga mengumpulkan label cerutu dan mengukir kayu, ia memiliki sumber daya yang cukup untuk membangun koleksi pribadi yang sangat lengkap berupa karya seni rupa dan dekoratif, spesimen sejarah alam, serta benda-benda bertema Amerika dari abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada awalnya, ia mendirikan Museum Hobi di Chicago pada tahun 1934. Selain koleksinya sendiri, Lightner mengajak para pembaca majalah Hobbies untuk mengirimkan koleksi mereka agar dipamerkan di museumnya. Pada tahun 1946, setelah menginap di Hotel St. Augustine's Ponce de Leon, Lightner membeli Hotel Alcazar yang terletak di sebelahnya untuk dijadikan tempat permanen bagi koleksinya.
Saat ini, koleksi Museum Lightner dipamerkan di bekas hotel resor era Gilded Age, yang menjadi latar belakang bersejarah bagi pameran-pamerannya yang eklektik. Hal ini menciptakan pengalaman museum yang tidak biasa dan imersif yang memikat pengunjung dari segala usia.