Jelajahi keindahan terbaik Chiang Rai dalam tur sehari penuh Tur yang berangkat dari Chiang Rai. Kunjungi Kuil Putih, Kuil Biru, dan Rumah Hitam. Kunjungi desa tradisional Suku Karen Leher Panjang, bersantai di Perkebunan Teh Choui Fong, dan pelajari sejarah perdagangan opium di Museum House of Opium.
Mulailah perjalanan Anda di Wat Rong Khun, sebuah mahakarya ciptaan Chalermchai Kositpipat. Kuil berwarna putih berkilau ini melambangkan kemurnian dan menampilkan desain yang rumit dengan kaca cermin yang berkilauan di bawah sinar matahari. Di bagian dalam, lukisan dinding tersebut memadukan tema-tema Buddha tradisional dengan unsur-unsur modern, termasuk referensi budaya pop, yang menampilkan perpaduan antara spiritualitas dan seni.
Selanjutnya, kunjungi Kuil Biru, yang terkenal dengan nuansa biru yang pekat dan aksen emasnya. Arsitekturnya mencerminkan interpretasi modern dari desain tradisional Lanna. Di dalam, sebuah patung Buddha berwarna putih yang menenangkan menjadi pusat perhatian, dikelilingi oleh lukisan dinding yang sangat detail. Nama kuil tersebut, “Suea Ten,” yang berarti “Harimau Menari,” berasal dari legenda setempat tentang harimau-harimau yang dulu berkeliaran di daerah tersebut.
The Black House, atau Baan Dam, adalah sebuah kompleks seni yang diciptakan oleh Thawan Duchanee. Berbeda dengan kuil-kuil tradisional, tempat ini mengangkat aspek-aspek yang lebih gelap dari kehidupan dan kematian. Koleksi ini mencakup bangunan-bangunan yang dihiasi dengan tulang, kulit, dan tanduk hewan, yang mencerminkan kepercayaan masyarakat setempat mengenai kematian dan keberadaan. Situs yang menggugah pemikiran ini mengajak para pengunjung untuk merenungkan keseimbangan antara sisi terang dan gelap dalam kehidupan.
Kunjungi desa tradisional Suku Karen Leher Panjang, tempat para wanita mengenakan cincin kuningan di leher mereka sebagai simbol kecantikan dan identitas budaya. Cincin-cincin ini menciptakan ilusi leher yang tampak lebih panjang, sebuah tradisi unik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di sini, Anda akan berkesempatan untuk mengenal cara hidup mereka, menyaksikan keahlian menenun mereka, dan mendukung penjualan suvenir buatan tangan mereka.
Nikmati ketenangan di tengah perbukitan hijau yang membentang di Perkebunan Teh Choui Fong, sebuah tempat peristirahatan yang tenang bagi para pecinta teh. Jelajahi kebun teh yang terawat rapi dan pelajari proses budidayanya. Nikmati teh yang baru diseduh dan cicipi hidangan penutup berbahan dasar teh di kafe perkebunan sambil menikmati pemandangan panorama yang menakjubkan.
Di Segitiga Emas yang bersejarah, Anda akan berada di titik pertemuan tiga negara: Thailand, Laos, dan Myanmar. Wilayah ini, yang dulu terkenal karena perdagangan opium, kini menawarkan tempat yang tenang bagi para pengunjung untuk menikmati pemandangan Sungai Mekong dan Sungai Ruak. Pelajari tentang transformasi kawasan ini serta signifikansi historisnya di Asia Tenggara.
Jelajahi Museum House of Opium yang terletak di dekat Segitiga Emas. Museum kecil ini mengupas sejarah perdagangan opium serta dampaknya terhadap masyarakat setempat. Benda-benda pameran tersebut antara lain pipa opium, peralatan, serta papan penjelasan terperinci mengenai proses penanaman dan penyelundupan. Buku ini memberikan gambaran menarik mengenai salah satu bab kelam dalam sejarah kawasan tersebut, sekaligus wawasan edukatif mengenai upaya global untuk memberantas perdagangan tersebut.