Mulailah perjalanan Anda di desa Tam Coc yang penuh pesona, dan segera tinggalkan keramaian. Jelajahi jantung Kompleks Pemandangan Tràng An. Di sebuah persimpangan tersembunyi di tepi danau, air berfungsi sebagai cermin bagi monolit-monolit batu kapur yang menjulang tinggi. Pemandu Anda akan menceritakan legenda para Kaisar yang menggunakan puncak-puncak gunung ini sebagai “Tembok Surgawi.”
Berangkatlah menuju cakrawala barat untuk menemukan Biara Chau Son. Dibangun pada tahun 1936, mahakarya bergaya Gotik ini mencerminkan harmoni yang langka antara keyakinan Barat dan pemandangan alam Timur. Jutaan batu bata merah yang ditata satu per satu dengan tangan melambangkan hasil kerja penuh cinta, yang terletak di tengah-tengah perbukitan berwarna zamrud.
Nikmati keheningan yang sakral saat udara semakin sejuk dan jalanan berliku menuju alam liar. Tiba di gerbang Taman Nasional Cuc Phuong. Nikmati perjalanan melintasi terowongan yang sejuk dan berwarna zamrud, dipenuhi tanaman merambat purba. Rasakan energi murni dari tanah yang telah tetap tak berubah selama ribuan tahun.
Nikmati makan siang “Non Nuoc” yang otentik. Nikmati cita rasa khas daerah ini: daging kambing gunung yang empuk, nasi gosong (Cơm cháy) yang renyah, dan rempah-rempah liar dari lembah. Ini adalah saatnya untuk beristirahat dan merenung sebelum puncak acara.
Babak terakhir akan membawa Anda ke selatan, menuju dataran tinggi pertanian yang luas dan hamparan ladang yang tak berujung. Masuki pemandangan yang mengingatkan pada padang rumput Mongolia. Lebih dari 5.000 hektar kebun nanas membentang hingga cakrawala — sebuah puisi yang berbeda, yang ditulis oleh tangan manusia.
Tiba saat matahari terbenam di balik cakrawala karst. Sinar matahari mengubah seluruh pemandangan menjadi lautan keemasan yang berkilauan. Momen sinematik ini mencerminkan kekuatan tenaga kerja manusia—yang mengubah tanah berbatu menjadi surga yang subur.