Mulailah dari Gerbang Air Fengshan, satu-satunya sisa yang masih utuh dari sistem gerbang kota kuno Hangzhou. Dari sini, lanjutkan perjalanan ke arah utara melintasi pusat kota bersejarah, mengikuti jalur yang sama yang dulu digunakan oleh para kaisar Dinasti Song Selatan untuk meninjau ibu kota.
Saat Anda berjalan, berbagai era sejarah perlahan-lahan terungkap lapis demi lapis. Bagian selatan mencerminkan suasana Hangzhou zaman dahulu: gang-gang berbatu, kuil-kuil yang tersembunyi di perbukitan, toko-toko obat herbal, pasar tradisional, serta sisa-sisa kota kekaisaran Dinasti Song Selatan.
Lebih ke utara, kota ini berubah menjadi kawasan komersial yang padat, yang terbentuk oleh budaya perdagangan pada masa Dinasti Ming dan Qing. Di sini, Anda akan menjumpai gang-gang komersial yang sempit, arsitektur bergaya perkumpulan dagang, lembaga keuangan kuno, serta salah satu masjid tertua di Tiongkok — bukti peran Hangzhou sebagai pusat perdagangan kosmopolitan yang terhubung dengan para pedagang dari seluruh Asia dan Timur Tengah.
Pada masa Republik, poros yang sama ini berkembang menjadi pusat keuangan Hangzhou. Bank-bank bergaya Eropa dan fasad batu dipadukan ke dalam jalan-jalan perkotaan tradisional Tiongkok, sehingga menciptakan perpaduan arsitektur antara Timur dan Barat yang masih dapat dilihat hingga saat ini.
Seiring perjalanan berlanjut ke arah utara, suasana perlahan-lahan berubah lagi. Kekayaan sejarah berpadu secara harmonis dengan kehidupan lingkungan perkotaan masa kini: toko buku, kafe independen, toko barang antik, toko roti, butik desain, jalan-jalan yang dipenuhi pepohonan sesuai musim, ruang ritel kreatif, serta kawasan perumahan yang santai dan populer di kalangan generasi muda Hangzhou.
Akhirnya, rute ini membawa kita ke pusat kota modern Hangzhou: pusat perbelanjaan mewah, gedung pencakar langit, kompleks komersial, alun-alun dengan air mancur, dan Kanal Besar — tempat perkembangan perkotaan selama berabad-abad menyatu menjadi identitas kota saat ini.