Jelajahi Distrik Lampu Merah Amsterdam yang terkenal di Tur yang menyenangkan dan menarik dengan pemandu yang dapat berbahasa Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Spanyol, Prancis, Portugis, Hungaria, atau Belanda. Pelajari tentang kehidupan pekerja seks, termasuk pendapatan rata-rata, kondisi kerja, dan realitas di balik profesi ini.
Dapatkan wawasan tentang sejarah kedai kopi dan Marijuana di Amsterdam, lanskap politik saat ini, dan mengapa hal tersebut dipandang sebagai berkah sekaligus tantangan bagi kota ini.
Dimulai dari Monumen Nasional di Dam Square, di mana Madame Tussauds Amsterdam yang terkenal juga berada, berjalanlah ke Warmoesstraat, salah satu jalan LGBTQ+ yang paling terkenal di Amsterdam. Lewati Condomerie, toko kondom yang unik, dan dengarkan sejarah kontrasepsi di kota ini.
Kunjungi Oude Kerk, gereja tertua di Amsterdam, dan jelajahi hubungannya yang menarik dan paradoks dengan Distrik Lampu Merah.
Pelajari bagaimana masa keemasan perdagangan kota ini tidak hanya membantu seni dan kreativitas berkembang di Amsterdam. Seniman seperti Rembrandt, yang karyanya kini dipajang di Rijksmuseum, dan Van Gogh, yang memiliki museum sendiri, Van Gogh Museum, mendapat banyak manfaat dari kekayaan yang dihasilkan dari perdagangan, meskipun belum tentu selama masa hidup mereka. Pabrik bir Heineken yang terkenal juga tumbuh selama masa kejayaan kota ini. Saat ini, Heineken Experience telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Amsterdam. Namun, ada hal yang lebih diuntungkan dari perdagangan ini: bisnis di distrik lampu merah.
Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana interaksi antara pelanggan dan pekerja seks, termasuk harga, biaya, sewa kamar, pajak, dan langkah-langkah keamanan.
Jelajahi asal mula Red Light District dan kunjungi area pelabuhan bersejarah yang turut berkontribusi dalam perkembangannya. Singgahlah untuk berfoto di “rumah-rumah menari” yang ikonis, salah satu pemandangan paling indah di kota ini.
Jelajahi evolusi budaya kedai kopi di Amsterdam, bagaimana hal ini didirikan, tantangan yang dihadapinya saat ini, dan apa yang akan terjadi di masa depan. Harap diperhatikan bahwa Tur ini tidak termasuk kunjungan di dalam kedai kopi, tetapi Anda bebas menjelajahinya sesuai keinginan Anda setelahnya.
Akhiri Tur dengan rekomendasi yang dipersonalisasi dari pemandu Anda, termasuk kiat-kiat untuk menjelajahi Red Light District lebih jauh dan pengalaman opsional seperti mengunjungi pertunjukan intip tradisional bergaya tahun 1970-an.
Tur berakhir di Nieuwmarkt, di tepi distrik lampu merah dan kawasan Yahudi, tempat Anne Frank juga tinggal sebelum ia dan keluarganya bersembunyi di pabrik ayahnya, yang kini menjadi Anne Frank House.
Jika Anda memesan Tur pribadi, rencana perjalanan dan rute dapat disesuaikan. Hal ini memungkinkan kita untuk mengunjungi beberapa bagian dari pusat kota, termasuk Museum Square-rumah bagi Museum Van Gogh, Rijksmuseum, dan Museum Stedelijk-atau sabuk kanal selatan, tempat Heineken Experience berada.