Kami menjelajahi Amsterdam layaknya warga Amsterdam sejati – dengan bersepeda.
Tur ini bukanlah daftar tempat-tempat ikonik. Ini adalah perjalanan menelusuri sejarah sebuah kota – yang diceritakan di tempat-tempat di mana peristiwa-peristiwa itu benar-benar terjadi.
Kita mulai dari Brouwersgracht, tempat Amsterdam dulu muncul dari perairan—sebuah desa nelayan yang kelak akan menjadi kota perdagangan terkuat di dunia.
Di West India House, kita akan menyelami Zaman Keemasan: masa ketika kapal-kapal Amsterdam menguasai lautan dunia dan kota ini menjadi yang terkaya pada masanya. Namun, setiap kemegahan memiliki sisi gelapnya—di Jembatan Torensluis, kami secara terbuka membahas sisi gelap dari kekayaan ini: kolonialisme dan perbudakan, yang menjadi landasan sebagian dari kemakmuran ini.
Selanjutnya, kita akan melanjutkan perjalanan ke Westerkerk dan Rumah Anne Frank—tempat-tempat yang menceritakan kisah kemerdekaan Belanda dan salah satu periode paling mengharukan dalam sejarah kota ini: sejarah komunitas Yahudi di Amsterdam.
Kita akan beristirahat sejenak di Vondelpark – sambil menikmati kopi, kue, atau bir di taman bir. Saatnya beristirahat sejenak, berbagi cerita, dan saling mengenal lebih baik.
Di Museumsplatz, kita akhirnya akan menjawab pertanyaan yang mungkin merupakan yang paling penting dari semuanya: Apakah memang selalu ada begitu banyak sepeda di Amsterdam?
Rute Tur berakhir di salah satu tempat tersembunyi yang menawan di kota ini – Begijnhof, sebuah halaman tenang dari abad ke-14 yang jarang dilihat oleh kebanyakan pengunjung. Biarkan diri Anda terkejut…
Setelah acara Tur, kami dengan senang hati akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih ada – dan memberikan rekomendasi khusus untuk hari-hari tak terlupakan lainnya di Amsterdam.