Di pagi hari, kami berangkat dengan nyaman dari pusat kota Sapporo dan menuju ke utara menggunakan kendaraan pribadi, memulai perjalanan penjelajahan alam selama satu hari yang memuaskan dan seru. Perhentian pertama kami adalah “Kebun Binatang Asahiyama”, yang paling populer di Jepang, yang tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi hewan-hewan, tetapi juga sebuah taman alam yang menyuguhkan kehangatan kehidupan. Anda akan berkesempatan menyaksikan beruang kutub bermain santai di air, penguin berbaris tepat di hadapan mata Anda, dan anjing laut meluncur melintasi terowongan-terowongan transparan. Desain kebun binatang yang cerdas ini membuat Anda merasa seolah-olah sedang berbagi ruang alam yang sama dengan para hewan, serta menyaksikan cara hidup mereka yang paling alami.
Setelah meninggalkan kebun binatang, kita akan melewati lokasi “Pohon Ken & Mary”—sebuah tempat yang telah menjadi simbol Biei setelah muncul dalam sebuah iklan terkenal. Dari dalam kendaraan, Anda dapat mengagumi pohon poplar yang anggun dan berdiri sendiri ini, yang menjadi latar belakang hamparan ladang yang luas, menciptakan pemandangan klasik yang layaknya kartu pos dan siap diabadikan dalam foto.
Selanjutnya, kami menjelajahi “kawasan wisata tersembunyi di Biei” untuk mengunjungi “Air Terjun Shirahige” yang indah dan mengalir dengan lembut. Air terjun itu mengalir deras dari kolam berwarna biru tua, menyerupai janggut putih seorang lelaki tua. Air mengalir sepanjang tahun tanpa membeku, dan bersama pepohonan rimbun di sekitarnya serta formasi batuan yang unik, hal itu menciptakan pemandangan yang tenang dan mistis. Terutama saat sinar matahari bersinar, pelangi-pelangi kecil sering muncul di tengah kabut, menambah sentuhan keajaiban.
Tak lama kemudian, kami tiba di “Shirogane Blue Pond”, yang sering disebut sebagai “air dongeng”. Warna biru kehijauan yang khas dan memukau dari kolam tersebut berasal dari partikel mineral seperti aluminium yang tersuspensi di dalam air. Pemandangannya sangat jelas, dengan pepohonan yang layu berdiri diam di dalam air, seolah-olah sebuah lukisan yang membeku di luar alur waktu. Warna kolam itu berubah secara halus seiring pergantian musim dan cahaya, sehingga menghadirkan pengalaman visual yang berbeda setiap kali dikunjungi.
Teras Peri Hutan terletak jauh di dalam hutan, seperti sebuah desa tersembunyi yang seolah-olah keluar langsung dari dongeng, tempat para peri mungkin tinggal. Puluhan pondok kayu kecil berjejer di sepanjang jalan setapak yang berkelok-kelok di tengah hutan; masing-masing merupakan bengkel kerajinan mandiri yang memamerkan dan menjual karya-karya buatan tangan seniman lokal—mulai dari ukiran kayu dan barang-barang kaca hingga produk wol yang dirajut dan kerajinan kertas buatan tangan. Saat senja mulai turun, cahaya hangat perlahan-lahan menerangi jendela-jendela pondok dan jalan setapak di hutan, menyelimuti seluruh hutan dalam cahaya lembut yang seolah-olah dalam mimpi. Rasanya seperti memasuki dunia ajaib dari sebuah film Studio Ghibli.
Seiring hari yang mulai berakhir, kami memulai perjalanan pulang yang santai menuju Sapporo dalam suasana yang hangat dan ramah. Jadwal perjalanan ini dirancang dengan baik dan sangat bermakna, memadukan pengalaman berinteraksi langsung dengan hewan-hewan yang menggemaskan serta pemandangan alam dan pedesaan yang paling khas di Hokkaido. Baik Anda bepergian bersama keluarga, teman, atau sendirian, hari ini pasti akan meninggalkan kenangan indah dan momen-momen yang menyentuh hati bagi Anda. Kami sangat menantikan untuk berbagi perjalanan yang tak terlupakan ini bersama Anda.