Pagi hari, pemandu Tur akan menjemput Anda dari hotel dan mengajak Anda mengunjungi museum (Museum Gajah). Museum ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, terutama warga Jakarta. Tempat itu disebut “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat patung gajah dari perunggu yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang mengunjungi museum tersebut pada tahun 1871.,
Dan pada kunjungan kedua, kita akan mengunjungi Kota Tua (Kota Tua Jakarta). Kota Tua, yang juga dikenal sebagai Oud Batavia (Batavia Kuno), telah ada sejak tahun 1526. Pada saat itu, Kerajaan Demak mengutus seorang panglima bernama Fatahillah untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa. Akibatnya, Fatahillah merebut wilayah tersebut dan mengganti namanya menjadi Jayakarta,
Lalu kita akan mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa; Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan tempat persinggahan bagi kapal-kapal internasional yang dibangun pada tahun 1527 pada masa penjajahan Portugis. Pelabuhan ini dikunjungi oleh kapal-kapal antarpulau dan kapal-kapal rakyat dengan komoditas utama berupa kayu, kebutuhan pokok, barang-barang kelontong, dan bahan bangunan. Selanjutnya, kita akan menuju Chinatown; Chinatown merupakan pemukiman komunitas etnis Tionghoa di Indonesia yang telah ada jauh sebelum kedatangan orang Eropa, terutama di pelabuhan-pelabuhan perdagangan di sepanjang pantai utara Pulau Jawa.Apa tujuan kedatangan orang Tionghoa ke Batavia? Jawabannya adalah untuk mendukung kemajuan ekonomi dan keamanan Kota Batavia serta daerah sekitarnya. Pembahasan: VOC secara sengaja mendatangkan orang-orang Tionghoa dari Tiongkok guna mendukung kemajuan ekonomi dan keamanan kota Batavia serta daerah sekitarnya. Selanjutnya, kunjungi Monas, salah satu landmark terkenal di Jakarta, Indonesia. Hal itu melambangkan baik kota tersebut maupun perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, kunjungi Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal. Katedral tersebut telah berdiri sejak tahun 1892 dan diresmikan pada tanggal 21 April 1901.