Tur di Lecce, yang juga dikenal sebagai “Florence di Italia Selatan,” dimulai dari Porta Napoli dan menuju ke jantung pusat bersejarah, dengan mengunjungi Duomo di Piazza del Duomo yang menawan. Katedral Barok ini menonjol karena fasadnya yang elegan dan menara lonceng ramping yang mendominasi alun-alun.
Lanjutkan ke Gereja Theatines, yang didedikasikan untuk St Irene, dan kagumi fasadnya yang mengesankan. Di dalamnya, Jelajahi beberapa altar Barok yang elegan, termasuk altar Santo Michael sang Malaikat Agung, Santo Andrew Avellino, Santo Oronzo, Santo Irene, dan Santo Stefanus, yang diperkaya dengan karya seni dan dekorasi yang berharga.
Kunjungi Amfiteater Romawi di Piazza Sant'Oronzo, salah satu peninggalan terpenting dari era Romawi di kota ini. Dibangun antara abad ke-1 dan ke-2, gedung ini dapat menampung lebih dari 25.000 penonton dan digunakan untuk pertunjukan dan pertempuran. Saat ini, sebagian strukturnya masih dapat dikagumi, termasuk area tempat duduk dan lorong-lorong bawah tanah yang mencerminkan kemegahan Lecce Romawi kuno.
Capai tiang yang diatapi patung Santo Oronzo, santo pelindung Lecce, yang disumbangkan oleh Brindisi kepada kota ini. Pernah menjadi bagian dari sepasang, ini menandai akhir dari Appian Way yang legendaris, jalan utama yang menghubungkan Roma ke Italia selatan.
Tur diakhiri dengan berjalan-jalan di pusat bersejarah, termasuk mengunjungi Basilika Santa Croce, yang terkenal dengan fasad Baroknya yang elegan, dan Teater Romawi, di mana sebagian bangunan kuno masih terlihat, menceritakan kisah masa lalu Romawi di kota ini. Selama Tur, Anda akan mencicipi pasticciotto yang khas, sebuah pastri yang diisi dengan krim.