Mulailah perjalanan Anda di Pusat Pariwisata Yuasa Ekikura, tempat pemandu Anda akan memperkenalkan warisan kota ini serta sejarah pembuatan kecap. Seberangilah rel kereta api dan berjalanlah menuju Marushin Honke, tempat berdirinya Pabrik Kuyogura, di mana kecap masih diproduksi melalui proses fermentasi alami tradisional.
Di dalam, nikmati aroma hangat dan alami dari moromi (adonan kedelai) yang sedang difermentasi sambil mempelajari bagaimana kedelai, gandum, garam, dan jamur kōji secara bertahap berubah menjadi rasa umami yang kaya pada kecap Jepang. Lihatlah tong-tong kayu pabrik bir ini, yang telah berusia puluhan tahun dan masih digunakan hingga kini—sebagai bukti nyata keahlian yang menganggap waktu sebagai bahan terbaiknya.
Setelah mengunjungi pabrik bir, nikmati istirahat sejenak di Kura Café, tempat Anda dapat mencicipi es krim lembut rasa kecap, sebuah interpretasi modern dari warisan kuliner Yuasa yang kaya.
Selanjutnya, pemandu Anda akan mengajak Anda menjelajahi Kawasan Sejarah Terlindungi Yuasa, sebuah Kawasan Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional yang diakui secara nasional. Saat Anda berjalan melewati deretan rumah-rumah kota berfasad kisi-kisi dan gang-gang sempit, Anda akan mengetahui bagaimana Yuasa berkembang pesat selama periode Edo sebagai pusat perdagangan, produksi garam, dan proses fermentasi.
Hal yang paling menarik dari Tur adalah kunjungan ke Pabrik Kecap Kadocho, pabrik kecap tertua yang masih beroperasi di Yuasa—dan satu-satunya di Jepang yang masih memproduksi kecap persis seperti cara pembuatannya berabad-abad yang lalu. Di sini, proses pembuatan bir tradisional tetap dilanjutkan tanpa mekanisasi: tong kayu, moromi yang diaduk dengan tangan, dan fermentasi alami dalam jangka waktu yang lama tetap tidak berubah. Upaya Kadocho dalam melestarikan metode pembuatan bir yang otentik menjadikannya bukan sekadar museum sejarah, melainkan perwujudan hidup dari warisan fermentasi Jepang.
Perjalanan Tur Anda berakhir di Stasiun Yuasa, namun aroma tong kayu dan irama fermentasi yang tenang akan terus terkenang dalam ingatan Anda. Mengunjungi Yuasa berarti menyaksikan tempat kelahiran cita rasa Jepang—sebuah kota di mana sejarah tidak sekadar dikenang, melainkan dijalani setiap hari melalui seni pembuatan kecap.