Air Terjun Kedung Kayang
Air Terjun Kedung Kayang merupakan salah satu air terjun tertinggi di Jawa Tengah. Air terjun tersebut terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan memiliki tinggi 40 meter. Pesona keindahannya berbeda dibandingkan dengan objek wisata air terjun pada umumnya, dengan pemandangan langit, gunung, sungai, dan air terjun yang menyatu. Nama Kedung Kayang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “Kedung” yang berarti air terjun, dan “Kayang” yang berarti langit. Jarak dari Magelang ke Air Terjun Kedung Kayang sekitar 34 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Kegiatan wisata yang cocok antara lain trekking, berfoto selfie, wisata air di air terjun, sesi foto pra-pernikahan, dan lainnya. Fasilitas: akses jalan, tempat parkir, toilet, area kuliner, titik pandang, tempat perkemahan, dan tempat istirahat. Air Terjun Kedung Kayang tidak pernah surut atau berkurang debit airnya, bahkan pada puncak musim kemarau. Konon, nama Kedung Kayang telah dikenal oleh penduduk selama beberapa generasi, yang berasal dari nama tiga tokoh atau figur berpengaruh di Wonolelo pada masa lalu. Yaitu Empu Stage, Empu Putut, dan Empu Khalik. Konon, para guru sering berkumpul di lokasi air terjun tersebut, baik di bagian atas maupun di kedung di bawahnya. Menurut kepercayaan setempat, kedua penjaga tersebut adalah Kyai Gadung Melati dan Nyai Widari Welas Asih. Selain air yang mengalir dari sungai di hulu, di celah-celah tebing vertikal tersebut juga muncul sejumlah mata air yang mengalir sepanjang tahun dan dipercaya memiliki khasiat mistis. Kedung Kayang memiliki keunikan dan keanehan tersendiri, yaitu bahwa pada bulan Suro (Muharram), setiap Jumat malam Kliwon, sering terdengar alunan gamelan Jawa, dan pada Kamis Wage, semua monyet di sekitar Kedung Kayang berkumpul di puncak air terjun. Menurut mitos, Dewi Nawang Sih dan Dewi Nawang Wulan juga sering mandi di Kedung Kayang yang memiliki khasiat untuk membuat seseorang tetap awet muda.