- Buat daftar properti Anda
- Dukungan
- Perjalanan
- Member hemat minimal 10% di lebih dari 100.000 hotel di seluruh dunia apabila login.





Belajar Zen dalam kelas membuat teh Matcha di dekat Kastil Osaka
Ulasan
Fasilitas
- Tersedia pembatalan gratis
- 1 jam
- Voucher mobile
- Konfirmasi instan
- Beberapa bahasa
Ringkasan
- Saat Anda melangkah melewati pintu ruang upacara minum teh, semua orang dianggap setara.
- Melalui wagashi, para siswa belajar tentang wabi dan sabi, empat musim, dan sebagainya.
- Keindahan Kimono dengan Gaya Rambut Jepang yang Elegan untuk Melengkapi Kimono Anda
- Kenakan kimono, rasakan budaya Jepang, dan abadikan momen itu dalam foto
- Bagikan pengalaman dan kenangan bersama anak-anak Anda
Lokasi aktivitas
- Osaka
- Osaka, Osaka, Japan
Titik Temu/Berangkat
- 日本、〒536-0014 大阪府大阪市城東区鴫野西2丁目3−19 エクセレンス高山 1F
- Osaka, Osaka, Japan
Periksa ketersediaan
Belajar Zen dalam kelas membuat teh di dekat Kastil Osaka
- 1j
Durasi aktivitas adalah 1 jam 1j - Inggris
Apa yang sudah termasuk dan apa yang belum
Termasuk Pakaian KimonoTermasuk Staf Pemandu Penerjemah Bahasa InggrisTermasuk Pemotretan - Kirim data ke alamat email yang ditentukanTermasuk Bahasa default untuk penerjemah adalah bahasa Inggris.Termasuk Jika Anda membutuhkan pemandu-penerjemah dalam bahasa lain (Italia, Spanyol, Prancis, Mandarin, Thailand, atau Indonesia), silakan tanyakan ketersediaan staf kami setelah melakukan pemesanan.Termasuk Karena jumlah staf kami yang mampu menangani bahasa selain bahasa standar kami terbatas, kami mungkin tidak dapat memenuhi permintaan Anda.Termasuk MatchaTermasuk WagashiTermasuk Instruktur profesional bersertifikatTermasuk PajakTermasuk TipsTidak termasuk Jemput dan antar di stasiun kereta api atau hotelTidak termasuk TransportasiTidak termasuk Wagami (Rambut yang dikepang + Kanzashi)Tidak termasuk Opsi berbayarTidak termasuk Wanita/Wagami + Kimono, obi, tabi, zori (sandal khas Jepang), tas kago, pemotretan di luar ruanganTidak termasuk Pria/Kimono, obi, tabi, geta (sandal kayu Jepang), pemotretan di luar ruanganTidak termasuk Pengambilan Gambar Film *Opsi berbayarTidak termasuk Pengeluaran pribadi lainnya
Ketahui sebelum memesan
- Dilarang: Minuman beralkohol dan narkoba, Ketelanjangan, Kelompok pesta, Hewan peliharaan
- Tidak cocok untuk: Orang dengan penyakit ketinggian
Apa yang bisa Anda harapkan
-Nikmati upacara minum teh sebagai tamu (samurai)
Persiapan
“Zen” tetap hidup dalam budaya tradisional negara kita, dan Anda akan menemukan banyak hal baru dengan mempelajari upacara minum teh. Sebelum mengikuti upacara minum teh, Anda akan diminta untuk mengenakan pakaian tradisional Jepang.
Para pria akan mengenakan hakama (pakaian tradisional pria Jepang) dan dogi (jubah tradisional Jepang) serta menjadi samurai.
Para wanita akan mengenakan kimono dan menjadi seorang Yamato Nadeshiko.➤ Nyonya rumah akan menjamu para tamu sesuai dengan tata krama tradisional yang berlaku. Pemimpin upacara minum teh akan menyajikan matcha (teh hijau bubuk) dan menyuguhkannya kepada para tamu.
➤ Anda akan mempelajari etiket, tata krama, gerakan-gerakan yang anggun, dan semangat keramahan.
➤ Sikap
Dasar dari upacara minum teh adalah
Upacara minum teh berakar pada sikap dan gagasan bahwa “tuan rumah tidak hanya menjamu, tetapi para tamu juga menanggapi tuan rumah, sehingga tercipta suasana di mana tuan rumah dan para tamu menjadi satu.”
Inilah dasar dari upacara minum teh.
Etika upacara minum teh
Ada berbagai aturan dalam upacara minum teh, seperti cara menyajikan teh, cara duduk, cara membungkuk, cara berdiri, cara berjalan, dan sebagainya. Para siswa mempelajari aturan-aturan ini dengan mempraktikkannya.
Begitu Anda melewati nijiriguchi, pintu masuk ke ruang upacara minum teh, semua orang—tanpa memandang kebangsaan, usia, jenis kelamin, atau status—diperlakukan secara setara.
➤ Melalui wagashi, para siswa belajar tentang wabi dan sabi, konsep keindahan ala Jepang, empat musim, dan sebagainya.
-Menampilkan desain-desain berwarna-warni dan hasil karya yang indah, yang dibuat satu per satu secara manual oleh para pengrajin.
-Anda dapat mempelajari sejarah dan budaya Jepang.
Wagashi, yang berkembang seiring dengan upacara minum teh pada masa Kamakura, merupakan makanan khas Jepang. Konon, hal ini mencerminkan semangat orang Jepang dalam menghargai empat musim dan memiliki keindahan yang mirip dengan wabi dan sabi.
Mempelajari wagashi memungkinkan para siswa untuk memahami konsep keindahan dalam budaya Jepang melalui paparan terhadap sejarah dan budaya Jepang. Dengan membuat kue-kue manis, Anda bisa mempelajari budaya kuliner Jepang.- “Mereka terlalu indah untuk dimakan.”
Hal pertama yang langsung menarik perhatian Anda saat melihat wagashi adalah betapa indahnya penampilannya. Karya-karya ini sarat dengan pesona yang halus dan lembut, yang langsung terlihat sebagai hasil karya tangan, serta menggambarkan keempat musim.
-Hal-hal tersebut mencerminkan kecintaan masyarakat Jepang terhadap empat musim serta selera keindahan mereka.
Wagashi begitu menghargai “musim-musim” sehingga tidak mungkin membicarakannya tanpa menyebut musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin, serta menggambarkan musim-musim tersebut melalui tiga unsur.
➤Pahamilah bahwa keramahan bukanlah sesuatu yang hanya satu arah.
Dalam chanoyu, yang merupakan seni menunjukkan perhatian dan keramahan yang setinggi-tingginya kepada tamu, para tamu pun dituntut untuk memiliki tingkat kesadaran yang tinggi.Sebagai tamu yang diundang oleh sang guru untuk menghadiri upacara minum teh, Anda akan disambut dengan keramahan dan merasakan pesona mendalam dari upacara minum teh samurai.
- “Mereka terlalu indah untuk dimakan.”
Lokasi
Lokasi aktivitas
LOB_ACTIVITIES LOB_ACTIVITIES - Osaka
- Osaka, Osaka, Japan
Titik Temu/Berangkat
PEOPLE PEOPLE - 日本、〒536-0014 大阪府大阪市城東区鴫野西2丁目3−19 エクセレンス高山 1F
- Osaka, Osaka, Japan