Jelajahi Kota Tua Surabaya, sebuah kawasan bersejarah yang menandai permukiman Eropa pertama—khususnya Belanda—di Surabaya, yang berawal sejak abad ke-18. Jelajahi Bagaimana Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dan kemudian pemerintah kolonial Hindia Belanda menyadari potensi besar Surabaya sebagai kota pelabuhan, benteng militer, dan pusat perdagangan di Jawa Timur.
Pelajari tentang dasar-dasar wilayah ini, yang diletakkan selama ekspedisi Gubernur Jenderal Gustaaf Willem van Imhoff, yang menjelajahi Jawa Timur dan memprakarsai pendirian pemukiman-pemukiman Belanda yang terstruktur di Surabaya. Simak bagaimana kedatangan pemerintahan Belanda mengukuhkan peran kota ini dalam jaringan maritim global, sehingga mengubahnya dari sebuah pelabuhan perdagangan regional menjadi simpul utama pemerintahan kolonial dan perdagangan.
Saat Anda berjalan-jalan, perhatikanlah bagaimana kawasan ini dipenuhi dengan bangunan-bangunan megah yang dibangun pada awal tahun 1900-an, yang banyak di antaranya pernah berfungsi sebagai kantor bagi perusahaan-perusahaan perdagangan dan industri besar. Perusahaan-perusahaan seperti Handels Vereeniging Amsterdam (HVA) dan Borneo-Sumatra Handels Maatschappij beroperasi dari gedung-gedung ini, mengelola jaringan luas perkebunan tebu, rute pelayaran, bisnis impor-ekspor, dan transaksi keuangan.
Nikmati beragam gaya arsitektur yang kaya, termasuk gaya Neoklasik, Art Deco, Indische Empire, serta desain-desain modernis awal yang disesuaikan dengan iklim tropis. Langit-langit tinggi, jendela besar, dinding tebal, dan serambi yang teduh bukan hanya pilihan estetika, melainkan juga solusi praktis untuk mengatasi panas dan kelembapan. Setiap bangunan mencerminkan interaksi antara cita-cita arsitektur Eropa dan realitas lingkungan setempat.
Selama tur jalan kaki Tur ini, cobalah melambat dan amati bangunan-bangunan ini dengan saksama—perhatikan fasad, detail struktural, serta tata letak ruangannya. Yang lebih penting lagi, temukan kisah-kisah di baliknya: siapa yang membangunnya, fungsi apa yang dimainkannya, dan bagaimana bangunan-bangunan tersebut berkontribusi pada kemunculan Surabaya sebagai pusat kekuatan ekonomi.
Pertumbuhan pesat Surabaya pada awal abad ke-20 juga mengubah lanskap sosial kota tersebut. Para pedagang Eropa, pejabat pemerintahan, pedagang Tiongkok, pedagang Arab, dan penduduk asli saling berinteraksi di dalam ruang perkotaan ini, dengan masing-masing memainkan peran yang berbeda dalam ekosistem ekonomi dan sosial kota tersebut. Kota Tua bukanlah sebuah kawasan Eropa yang statis; melainkan sebuah lingkungan yang dinamis dan multikultural tempat berbagai kekuatan global dan lokal saling berpadu.
Tur ini tidak sekadar menyajikan tanggal dan fakta-fakta arsitektur. Sebaliknya, buku ini mengajak Anda membayangkan Kota Tua Surabaya pada masa kejayaannya: suara trem dan gerobak kuda, pergerakan barang dari gudang ke kapal, kehadiran pegawai, pedagang, dan buruh, serta arus informasi dan modal yang tak henti-hentinya. Dengan berjalan-jalan di jalan-jalan ini, Anda akan semakin menghargai bagaimana Surabaya dulu berfungsi sebagai kota kolonial yang hidup dan dinamis.