Couscous bukanlah sekadar hidangan; couscous adalah ritual berbagi, warisan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, serta simfoni dari berbagai teknik dan cita rasa. Pelatihan yang mendalam ini bertujuan untuk mewariskan keahlian turun-temurun ini dengan segala kekayaannya, dengan memadukan ketelitian teknis, pemahaman budaya, dan kreativitas.
Di akhir pelatihan, peserta akan mampu:
Kuasai teknik-teknik dasar dalam mengolah biji-bijian agar teksturnya sempurna.
Buatlah kaldu yang harum dan taburan yang lezat, lalu padukan keduanya dengan seimbang.
Memahami dan menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan utama antardaerah.
Atur pekerjaan agar layanan yang diberikan berjalan lancar dan ramah.
Berikan interpretasi pribadi sambil tetap menghormati esensi hidangan tersebut.
Pengetahuan tentang bahan baku:
Berbagai jenis semolina (halus, sedang, kasar, gandum utuh), asal-usulnya, dan penggunaannya.
Peran minyak zaitun, mentega fermentasi (smen), dan garam.
Gerakan sakral: proses awal dengan tangan (‘Ader’ atau proses awal): Membasahi butiran, menggulungnya dengan telapak tangan untuk memisahkannya, lalu menambahkan tepung. Mempelajari tentang sentuhan dan tekstur.
Memasak dengan uap: Menguasai penggunaan panci couscous (kiskes, ftéra, atau borma). Pentingnya penyegelan, waktu pelaksanaan tahap penguapan dan pelembapan, serta pengendalian uap.
Inti dan Jiwanya: Kaldu & Hiasan
Alkimia rempah-rempah: Mengungkap rahasia ras el hanout, dengan menggunakan lada panjang, jahe, kayu manis, dan safron. Keseimbangan antara rasa pedas, manis, dan harum.
Teknik pembuatan kaldu:
Kaldu merah (Marga): Tomat, pasta tomat, bawang bombay, rempah-rempah yang kuat.
Sayuran: Urutan penambahan berdasarkan waktu memasaknya (wortel, lobak, labu siam, labu kuning, kubis, kacang buncis yang sudah direndam).
Keseimbangan: Bagaimana sayuran memberi rasa pada kaldu dan sebaliknya.