Dalam petualangan selama 3 hari dan 2 malam ini melintasi jantung Doi Inthanon, Anda tidak hanya akan mendaki—tetapi juga tinggal, makan, dan berbagi cerita bersama keluarga-keluarga suku pegunungan Karen di desa-desa yang merupakan bagian dari tanah leluhur mereka. Dikelola sepenuhnya oleh sebuah keluarga suku Karen setempat, pengalaman ini jauh lebih dari sekadar wisata. Tempat ini terasa intim, tenang, dan menyegarkan karena jauh dari keramaian.
Semua jalur pendakian, tempat perkemahan, dan air terjun sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat setempat, sehingga menawarkan kesempatan langka untuk menjelajahi wilayah yang jarang dijangkau oleh kebanyakan wisatawan. Mulai dari berenang di bawah air terjun di tengah hutan hingga mempelajari kegunaan tumbuhan yang diwariskan dari generasi ke generasi, setiap langkahnya menyuguhkan hal baru.
Hari ke-1: Jalur Hutan & Cahaya Api
Perjalanan dimulai dengan penjemputan di Chiang Mai. Setelah singgah sebentar di pasar lokal yang ramai, Anda akan melanjutkan perjalanan menuju sebuah desa pegunungan milik keluarga tuan rumah Anda.
Dari sana, perjalanan dimulai. Berjalanlah menyusuri lahan pertanian milik pribadi dan melintasi jalur-jalur hutan yang rimbun, melewati hutan bambu dan sawah-sawah. Sepanjang perjalanan, pemandu Anda akan menjelaskan kegunaan tanaman asli serta menceritakan kisah-kisah seputar tradisi suku Karen.
Setelah menikmati makan siang di hutan di tepi air terjun (dibungkus daun pisang), lanjutkan pendakian menuju perkemahan hutan Anda—yang terletak di dekat sebuah air terjun terpencil. Bantu pemandu Anda memasak makan malam dengan rempah-rempah yang dipetik sendiri, lalu bersantailah di dekat api unggun di bawah langit yang dipenuhi bintang-bintang.
Hari ke-2: Desa-desa & Budaya Suku
Setelah sarapan sederhana, mulailah perjalanan melintasi hutan yang kaya akan satwa liar dan dikenal sebagai habitat owa, kera, dan beruang hitam Asia. Berjalan kaki selama 3 jam menuju sebuah desa suku Karen, di mana Anda akan beristirahat untuk makan siang dan mengikuti kegiatan pertukaran budaya.
Pada sore hari, lanjutkan pendakian lebih jauh ke dalam perbukitan (sekitar 4 jam) untuk mencapai desa kedua. Menginap semalam ini merupakan pengalaman perendaman budaya yang menyeluruh: Anda akan belajar tentang pakaian tradisional, teknik memasak, dan kehidupan sehari-hari bersama tuan rumah Anda, yang mungkin termasuk orang tua atau saudara kandung sang pemandu.
Desa lain, malam di tepi perapian yang lain—sempurna untuk berbagi cerita dan menikmati momen ini.
Hari ke-3: Air Terjun & Perpisahan
Hari terakhir ini menampilkan beberapa pemandangan terindah di kawasan ini. Lakukan pendakian selama 6–7 jam melintasi lahan pertanian yang landai dan jalur-jalur berbatu, melewati hutan awan dan kebun-kebun milik penduduk setempat.
Puncaknya? Mengunjungi hingga lima air terjun alami di sepanjang rute—semuanya cocok untuk berenang. Bersantailah, jelajahi, dan nikmati hidangan penutup yang tenang di tepi air, sebelum dijemput untuk kembali ke Chiang Mai.