Dengan bulan sabit dan bintang di puncak, kubah melengkung indah Masjid Kapitan Keling memberikan tambahan mencolok pada kaki langit Georgetown. Luangkan waktu untuk mengelilingi areal seluas 8 ekar (3 ekar) ini dan melalui lengkung-lengkungnya yang anggun. Koridor yang luas dan tebaran batu putih menyebarkan perasaan damai dan perenungan apa pun keyakinan beragama Anda.Masjid Kapitan Keling didirikan pada tahun 1801 oleh para pedagang India yang berpangkalan di Penang. Bangunan aslinya adalah ruangan persegi biasa dari batu India. Beberapa renovasi, terutama pada 1930-an dan tahun 2003, menghasilkan struktur mengagumkan seperti yang Anda saksikan saat ini.Ini adalah masjid aktif, dan begitu di dalamnya Anda pasti langsung bisa melihat orang-orang yang sedang sholat, berwudu, atau sekadar duduk dan menikmati kedamaian areal sekitarnya. Jika menginginkan tur terpandu, datangi Pusat Informasi di lantai dasar menara, dan anggota Islamic Propagation Society (Masyarakat Penyebaran Islam) siap memberikan informasi latar belakang dan keterangan menarik. Atau, kelilingi areal yang tertata rapi ini sendiri untuk mencermati geometrisnya yang rumit dan desain bunga-bunga di dindingnya, serta lantai marmer halus di bawah hamparan sajadah. Jangan lewatkan ruang sholat dengan lampu kandil besar yang menggantung dari langit-langit dan panel-panel bertuliskan ayat-ayat Al Quran yang menjadi salah satu pemandangan mencolok di masjid ini. Di ruang yang sama, Anda juga akan melihat panel kaca besar dengan dekorasi Bintang Daud.Temukan Masjid Kapitan Keling di Jalan Masjid di Georgetown tengah. Masjid terbuka gratis setiap sore, namun lebih singkat pada hari Jumat. Ingat, kenakan busana yang sopan. Laki-laki dan perempuan diharuskan menutup kaki dan lengan, dan perempuan harus memakai kerudung. Tersedia jubah gratis di pintu masuk.
Masjid Kapitan Keling




